Kabupaten Jembrana kini tengah bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di bagian barat Pulau Bali dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Sebagai lumbung kakao berkualitas ekspor dan penghasil komoditas perikanan utama, Jembrana memiliki fondasi ekonomi yang kuat pada sektor agribisnis dan maritim. Keunggulan geografis ini didukung oleh komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, memastikan bahwa hasil bumi dan laut Jembrana memiliki nilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Keberhasilan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan menjadi bukti nyata kebangkitan ekonomi kerakyatan di “Gumi Makepung” ini. Kehadiran koperasi tersebut berperan strategis sebagai stabilisator harga pangan dan penyedia akses pemodalan bagi petani serta nelayan, guna memutus ketergantungan pada sistem tengkulak yang merugikan. Dengan tata kelola yang profesional dan terintegrasi, koperasi di Jembrana diproyeksikan menjadi penggerak utama dalam hilirisasi produk lokal, seperti pengolahan biji kakao menjadi cokelat premium dan pengelolaan industri perikanan yang modern dan berkelanjutan.
Menyongsong masa depan, Kabupaten Jembrana memiliki peluang besar untuk mengintegrasikan potensi agrowisata dengan penguatan kelembagaan koperasi multipihak. Pembangunan infrastruktur strategis yang sedang berjalan akan semakin membuka aksesibilitas wilayah, menjadikan Jembrana sebagai destinasi investasi yang menarik. Sinergi antara kearifan lokal, dukungan regulasi, dan administrasi koperasi yang tertib akan menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh, membawa masyarakat Jembrana menuju kemandirian ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan krama desa.
1. Statistik Koperasi Kabupaten Jembrana
Menurut data posisi terbaru, peta kekuatan ekonomi koperasi di Jembrana adalah sebagai berikut: Total Koperasi Binaan: 208 unit. Koperasi Aktif: Mayoritas dari total binaan tersebut berstatus aktif dan rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Koperasi Tidak Aktif: Tercatat sekitar 69 unit yang sedang dalam pengawasan atau proses rehabilitasi.
2. Perkembangan Terbaru: Koperasi Desa Merah Putih
Pada 21 Juli 2025, Kabupaten Jembrana mencatatkan pencapaian signifikan dengan peresmian 51 Kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih. Distribusi: Koperasi ini tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Jembrana. Dukungan Pemerintah: Pemkab Jembrana memberikan subsidi penerbitan Badan Hukum untuk 43 koperasi, sementara 8 unit lainnya disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Bali. Tujuan Strategis: Memotong rantai distribusi pangan dan memperkuat ekonomi desa agar masyarakat tidak terjerat rentenir.
3. Sektor Unggulan Koperasi Jembrana
Koperasi di Jembrana memiliki spesialisasi yang kuat pada komoditas lokal, terutama: Koperasi Kakao: Pemerintah daerah baru saja menyalurkan pinjaman daerah sebesar Rp3,4 miliar (Februari 2025) untuk memperkuat industri hilir kakao dan KUD. Koperasi Perikanan: Mengingat letak geografisnya, koperasi jasa perikanan di wilayah pesisir tetap menjadi tulang punggung ekonomi nelayan.
Sumber data: DekopinWil Provinsi Bali Februari 2026, oleh I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Ketua Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Digital)
Data Posisi Per : laporan resmi Pemerintah Kabupaten Jembrana hingga tahun 2025/2026
Link Website: https://koperasi.dekopinbali.online/
